Ekonomi Kerakyatan Intinya Gotong Royong dan Manifestasi Ajaran Agama

Terdapat di topik : Perubahan untuk Rakyat |

MPMC: Ekonomi Kerakyatan yang diusung pasangan Capres Hj.Megawati Soekarnoputri dan Cawapres H.Prabowo Subianto adalah program yang merupakan manifestasi ajaran agama, bukan program yang fasis atau komunis.


Kata Hasyim Djojohadikoesoemo saat menghadiri deklarasi dukungan Angkatan Penerus Indonesia Raya (APIRA) dan 18 organisasi masyarakat (Ormas) terhadap pasangan capres Hj.Megawati Soekarnoputri-H.Prabowo Subianto pada Pilpres 8 Juni mendatang.

Ekonomi kerakyatan intinya adalah gotong royong, kerjasama yang kaya, menengah dan miskin. Untuk mengentaskan masalah kemiskinan di negeri ini. Dan semua ajaran agama mewajibkan yang kaya menolong yang miskin. Jadi ini adalah manifestasi ajaran agama. Ini program imani, kata Hasyim di Sekretariat DPP APIRA, Jalan. Permata Hijau, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (26/06).

Hashim juga menyoroti pemerintah yang mempunyai hutang besar, namun salah kelola sehingga pesawat tetap jatuh, sarana dan prasarana masih kurang baik. Perawatan bendungan buruk sehingga muncul bencana situ gintung. Dia juga kecewa dengan rencana pemerintah menjual Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan menggadaikan Gelora Bung Karno ke pemerintah Qatar.

Ini adalah kebijakan yang salah. Jadi yang mengelola yang salah, maka logikanya yang mengelola yang harus diganti,papasnya

Sebelumnya, Ketua Umum APIRA, Mona Djemat Sigar dalam deklarasi ukungannya mengatakan bahwa seluruh pengurus dan anggota yang ada di 20 Provinsi harus mempererat dan bahu membahu untuk memenangkan pasangan Capres Megawati Soekarnoputri dan Cawapres Prabowo Subianto.

Kami Siap bekerja untuk mengantarkan Hj.Megawati Soekarnoputri dan H.Prabowo Subianto menjadi Presiden dan Wakil presiden periode 2009-2014, katanya.[kin]

Anda suka dengan postingan ini? Mengapa tidak meninggalkan pesan dibawah dan melanjutkan perbincangan, atau berlangganan dan dapatkan artikel ini otomatis dari feed reader.

komentar

Izza El-islami berkomentar :
Juni 29, 2009 pada 10:34 am 

ya saya setuju sekali mas, pengelola negara yang cuma bisa cari uang dari jual asset negara harus di ganti dan dirubah dengan paradigma pembangunan yang baru yang lebih baik dan mandiri, dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat miskin ketimbang orang kaya, semoga pasangan ini sukses…..

Agung Sugiri berkomentar :
Juni 29, 2009 pada 6:50 pm 

Saya sepakat sekali dengan statement ini: “Ekonomi kerakyatan intinya adalah gotong royong, kerjasama yang kaya, menengah dan miskin…” Menurut saya, jika kita benar2 mau mengaplikasikan ekonomi kerakyatan, banyak teori2 baru yang berbeda dengan teori2 neoklasik, dan ini merupakan tantangan bagi kaum intelektual kita. Katakunci “kerjasama” itu tepat sekali.

Kalau neoklasik katakuncinya adalah competitiveness, maka ekonrakyat adalah cooperativeness. Dalam kompetisi selalu ada yang kalah alias dikorbankan atau dizalimi (deprived atau worse off), tapi dalam cooperativeness semuanya menang (win-win). Dari dua akar yg berbeda ini, tentunya teori2 lanjutannya harusnya berbeda juga. Dalam bahasa lain, ekonrakyat adalah ekonomi yang berbasis keadilan, dimana nggak ada pihak yang ter-deprived atau terzalimi.

Untuk pembangunan yang berbasis sumberdaya alam, saya sebenarnya sedang memikirkan proposisi pembangunan berbasis keadilan (equity based development). Seperti kita tahu, mekanisne pasar tidak berpihak kepada rakyat yg kurang beruntung (worse off), dan juga tidak berpihak kepada lingkungan hidup (market failures on environmental goods and services, termasuk sumberdaya alam). Teorema keseimbangan Pareto ternyata nggak bisa dicapai oleh mekanisme pasar. Maka keberpihakan kebijakan kepada wong cilik ini merupakan keharusan.

Pemikiran ini, dalam versi singkatnya, sudah saya sampaikan di beberapa kesempatan seminar. Insya Allah nanti akan saya presentasikan versi lengkapnya di sebuah konferensi di Mansfield College, Oxford, 10-12 Juli. Mohon doanya dari pak Prabowo dan semuanya. Dan kalau sekiranya pemikiran ini boleh bermanfaat, silakan kunjungi http://www.scribd.com/a_sugiri.

Salam hormat.

Hen Eska berkomentar :
Juni 29, 2009 pada 8:45 pm 

Setuju mas, komitmen yg kuat harus ditopang dgn konsistensi berkelanjutan, terpelihara secara amanah…tatakeloloa ekonomi kita saat ini terbukti tdak mengangkat daya hidup dan penghidupan rakyat..Omong kosong keberhasilan ekonomi yg digemborkan pemerintah saat ini adalah bukti kebutaan pemerintah atas nasib rakyat banyak. Indikator sederhana sekalipun mampu menjawabnya; daya beli masyarakat yg menurun !

Saut MT. Sitanggang berkomentar :
Juni 30, 2009 pada 12:06 pm 

Tepat sekali bahwa Founding Father kita telah merumuskan sistem ekonomi kerakyatan dalam konstitusi negara kita, yaitu sila kelima Panca Sila dan Pasal 33 UUD 1945. Yang mana dinyatakan bahwa Perekonomian diselenggarakan berlandaskan azas kekeluargaan dan usaha bersama dan kekayaan negara dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Sekarang saatnya titik balik (turn point) untuk meninggalkan sistem ekonomi liberalis yang berlandaskan paham kapitalis, yang terbukti tidak membawa kesejahteraan bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Ketahanan ekonomi kita sangat rapuh, rakyat miskin semakin banyak, pengangguran tinggi. Kesenjangan ekonomi semakin besar yang miskin semakin miskin, dan yang kaya semakin kaya. Mari seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk memilih Pasangan Hj. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pada 8 Juli 2009, karena hanya mereka yang mengusung Program Aksi yang sangat jelas membawa perubahan dan harapan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini demi masa depan anak-anak dan cucu kita kelak.

Salam Indonesia.

Atheng berkomentar :
Juni 30, 2009 pada 2:55 pm 

Ekonomi Kerakyatan??? Apa maksudnya?? Mempermurah harga beras??? Ingat, penduduk Indonesia yang sekitar 25% petani akan dikecewakan dengan ekonomi kerakyatan yaitu Harga Beras Turun… Saya sudah merasakan betapa sulitnya berkuliah ketika harga-harga hasil pertanian turun, saya harus kerja sambil kuliah karena harga hasil-hasil pertanian anjlok zaman pemerintahan presiden Megawati Soekarno Putri…!!! Itukah yang saudara-saudara inginkan????

Outsourcing??? Saya bisa bayangkan kalau sistim ini yang sudah mengakar di Indonesia akan di cabut… Berapa orang yang akan di PHK karena pengusaha tidak siap mengangkat mereka. Kalau Outsourcing di hilangkan, apakah perusahan-perusahan sudah siap mengongkosi para pengerja?? Ada berapa Investor yang akan keluar???

Arif Purwoko berkomentar :
Juni 30, 2009 pada 3:22 pm 

Sudah saatnya semua di kembalikan ke rakyat.

sugiyantop berkomentar :
Juni 30, 2009 pada 5:48 pm 

usaha bersama atas azas kekeluargaan untuk kesejahteraan rakyat. itulah landasan pembangunan bangsa. maka pemerintah harus mampu mengakomodir semua kepentingan, baik kepentingan investor, rakyat, pemerintah. dan negara harus mampu bergaul di tarap internasional untuk mensejahterakan rakyatnya.

Kukuh Hariyanto berkomentar :
Juli 1, 2009 pada 11:57 am 

Kami sebagai warga negara mendukung sekali program yang di usung MEGA-PRO dalm Pilpres tanggal 8 Juli nanti. kita adalah negara agraris dan tidak seharusnya kita terlalu bergantung pada negara lain karena kekayaan sumber daya alam kita melimpah, hanya saja kita kurang menciptakan sumber daya manusia yang handal di negara sendiri, pesan kami untuk kepemimpinan MEGA-PRO nati mohon lebih di tinggkatkan lagi untuk sektor pendidikan, karena dengan sember daya yang handal kita akan bisa mengelola kakayaan alam kita, mari dengan mengusung MEGA-PRO untuk memimpin negara ini 5 tahun kedepan kita dukung segala apa yang telah di programkan dan merealisasikan kontrak politik yang telah ditanda tangani dengan MEGA-PRO dengan rakyat,

Jimmy Tulus berkomentar :
Juli 1, 2009 pada 1:29 pm 

Sudah saat nya kita berpihak kepada rakyat, kasihan rakyat selama ini ternyata dibohongi ,kita berharap dengan Ekonomi Kerakyatan yang akan di jalankan oleh MEGAWATI - PRABOWO mudah2-an , nasib dan kondisi bangsa akan berubah menjadi baik. Tiada dusta diantara kita lagi .
Waspada , Ingat pada 8 Juli 2009 , yang penting No 1 harus menang

HERU WARDOYO berkomentar :
Juli 2, 2009 pada 4:41 pm 

Dukung Sepenuhnya !!! Nyontreng jangan 2 atau 3 kali BISA BATAL dan HILANG HAK RAKYATnya Nyotreng 1 kali aja, Nomornya 1. Suksess !!

Moh Ridwan berkomentar :
Juli 2, 2009 pada 9:29 pm 

saya senang melihat program Cawapres Ibu Mega dan smoga bisa terlaksana, dan seandainya jadi saya harap ditingkatkan gaji PNS yang merasa kurang layak, dan saya selalu mendukung langkah anda dalam menuju kursi no 1 di Indonesia semoga berhasil amin

Moh Ridwan (Perumnas Pace Nganjuk) berkomentar :
Juli 2, 2009 pada 9:39 pm 

saya sekali memberi komentar kepada capres baik Ibu Mega maupun Bpk Prabowo bahwa program yang anda dengungkan kesemua lapisan untuk meningkatkan kesejahteraan dengan perekonomian rakyat memang pas sekali, ya itulah program yang saya tunggu baik itu masyarakat kecil maupun PNS mohon ditingkatkan kesejahteraannya, dan saya sekeluarga beserta semua warga pacekulon selalu optimis untuk mendukung langkah anda menjadi presiden dan wakil presiden RI, dan sekali lagi jangan lupa dengan yang mendukung di pacekulon

Benny berkomentar :
Juli 3, 2009 pada 7:04 am 

Dengan melihat 3 Kandidat Capres Cawapres Indonesia. Cuma pasangan Mega-Pro yang berani jadi pemimpin suatu negara tanpa mengharapkan gaji. Inilah mungkin suatu calon Capres dan Cawapres yang benar-benar memikirkan rakyat. Bagaikan seorang kasih BUNDA kepada BETA yang tidak mengharapkan sesuatu apapun demi anak-anaknya.

marganda L Sianturi berkomentar :
Juli 3, 2009 pada 12:03 pm 

pasal 33 UUD 1945 Bahwa ekonomi kita memang haruslah berazaskan kekeluargaan , dan juga saya sangat setuju kalau hak buruh di perhatikan apalagi pekerja2 kontrak yg ada saat ini kurang baik untuk buruh itu sendiri jadi memang hanya Mega dan prabowo lah yang memiliki perhatian pada buruh dan berani melakukan kontrak politik .

Adipramana berkomentar :
Juli 4, 2009 pada 2:29 am 

Setuju sekali dengan ekonomi gotong royong seperti ini. Ekonomi seperti ini sangat sesuai dengan budaya kita sebagai bangsa Indonesia. Dan yang perlu untuk ditumbuh kembangkan dalam diri kita adalah untuk selalu mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri, termasuk menciptakan merk-merk dalam negeri untuk menunjukkan jati diri bahwa produk-produk itu adalah asli karya anak Bangsa Indonesia. Saya yakin dengan seperti ini, ekonomi Indonesia akan tumbuh dan berkembang.

Sukses buat semuanya. Jayalah Indonesia.

Sahala Gultom berkomentar :
Juli 4, 2009 pada 10:35 am 

Kalau saya menyimak debat-debat capres yang sudah dilakukan, Saya lebih tertarik untuk memilih mega-prabowo, karena statement bu Mega dan pak Prabowo tentang pembangunan karakter bangsa. karna itulah pembangunan sesungguhnya, yang implementasinya pada program pembangunan jangka panjang, karna ini harus dimulai dari pendidikan formal dan informal, yang hasilnya tentunya akan terasa pada generasi mendatang, Saya teringat dengan kata-kata bung Karno yang menyatakan, BIAR KITA SAAT INI SUSAH, TAPI ANAK CUCUKITA YANG AKAN MENIKMATI NANTI PEMBANGUNAN YANG KITA SELENGARAKAN SENDIRI. dimana bung Karno mengimplementasikannya dalam bidang pendidikan, banyak sekali anak bangsa yang sekolah keluar negri dengan haran mereka kembali untuk membangun bangsanya sendiri.

Kalau kita simak pembangunan yang sudah berlangsung selama ini, yang secara fisik bisa dikatakan berhasil, tapi ga tau apa fungsi dan kegunaan nya. Kenyataan masyarakat menjadi rakyat yang konsumtif, tidak mencintai produc bangsa sendiri. contoh kecil saja Handphone, jadi kebutuhan primer masyrakat, padahal saya kira masyarakat seharusnya masih bisa memanfaatkan telephon umum, yang kalau dipelihara (orang yang bermental baik) bisa lebih di daya gunakan.

Sehari setelah jembatan suramadu diresmikan, malamnya sudah dirusak oleh orang-orang yang bermental tempe itu, jadi intinya adalah, saya akan memilih mega prabowo, saya minta tolong konsisten untuk program pembangun mental bangsa ini, semoga Mega-Prabowo terpilih jadi Presiden dan Wakill presiden.

Lukman berkomentar :
Juli 4, 2009 pada 11:57 am 

saya setuju bgt dgn ide pak prabowo..tp sy meragukan bu mega…se 100triliun% pun pak prabowo di amahkan megang bidang ekonomi..tetep aja segala kebijakan ekonomi nanti tuk dari presiden….syg pak prabowo g jd capres…sy dukung pak prabowo capres2014..itu jg klo masih komit terhadap pembangunan Republik Indonesia, bebas dr intervensi politik manapun pa lg USA! sy yakin pak prabowo paham btul bgmna membangun Republik ini…

Lukman berkomentar :
Juli 4, 2009 pada 12:01 pm 

mohon bu mega…dengan segala hotmat…

Lukman berkomentar :
Juli 4, 2009 pada 12:03 pm 

mohon maaf…bagaimana pun ibu perempuan berani, telah mencalonkan diri tuk jd capres

Jufry yanto berkomentar :
Juli 4, 2009 pada 3:03 pm 

Aneh juga ya… perasaan dalam acara salah satu dialog dengan etnis tionghoa mega yang ditanya malah milih untuk makan siang padahal tinggal jawab aja seperti itu, kan gak nyampe berjam jam, tapi malah yang menjawab bukan capres & cawapresnya…..
:)

Teddy Syamsuri HS, Ketum LINTASAN '66 berkomentar :
Juli 4, 2009 pada 11:31 pm 

Ekonomi kerakyatan juga merupakan urat nadi pembangunan ekonomi bangsa dan negara untuk bukan saja terwujudnya kedaulatan ekonomi dan kemandirian ekonomi, tetapi juga akan membuktikan kebenaran tentang ekonomi Indonesia yang bakal menjadi macan Asia bersama China, Jepang, Korea dan India. Pasalnya tiada yang kurang yang dikandung dalam perut bumi, dasar lautan dan di angkasa pura. Tinggal berpulang pada pimpinan (Presiden) yang bertanggungjawab mengelolanya, sehingga benar-benar melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta turut dalam ketertiban dunia dan perdamaian abadi. Jika dari tinjauan dengan rujukan amanat konstitusi negara ini, patut dipertanyakan apakah SBY sudah secara benar menjalankan amanat UUD 1945 ini? Jika ekonomi saja terus menerus mengikuti pasar bebas, maka pengkhianatan sudah terjadi dan buat apa rakyat memilih kembali. Bukankah lanjutkan penderitaan rakyat akan semakin meluas?

tulis komentar

  (harus diisi)

  (harus diisi)

Komentar Anda :